Sekda Mempawah Buka Sosialisasi Penataan Kawasan Strategis Cagar Budaya, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah dan Penguatan Ekonomi Daerah

Mewakili Bupati Mempawah, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, secara resmi membuka Sosialisasi Rencana Pelaksanaan Penataan Kawasan Strategis Cagar Budaya Kabupaten Mempawah di Aula Bapperida Kabupaten Mempawah, Senin (29/6/2026).

Mewakili Bupati Mempawah, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, secara resmi membuka Sosialisasi Rencana Pelaksanaan Penataan Kawasan Strategis Cagar Budaya Kabupaten Mempawah di Aula Bapperida Kabupaten Mempawah, Senin (29/6/2026).

Dalam sambutannya, Abdul Malik menyampaikan bahwa Kabupaten Mempawah memiliki posisi strategis di Provinsi Kalimantan Barat, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun pengembangan sosial budaya. Di sektor ekonomi, Mempawah didukung oleh keberadaan kawasan Pelabuhan Internasional Kijing dengan potensi industri berbasis bauksit dan sektor unggulan lainnya. Sementara dari aspek sosial budaya, Mempawah memiliki sejumlah kawasan bersejarah yang menjadi identitas daerah, seperti Keraton Amantubillah, Makam Habib Husein Al Qadri, dan Sebukit Rama.

Menurutnya, salah satu langkah strategis untuk mengembangkan potensi tersebut adalah melalui penataan kawasan cagar budaya secara terpadu, sehingga mampu menjaga nilai sejarah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam mewujudkan pengembangan kawasan strategis cagar budaya ini,” ujar Abdul Malik.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum atas dukungan terhadap pelaksanaan program penataan kawasan strategis cagar budaya di Kabupaten Mempawah.

Abdul Malik berharap, penataan kawasan tersebut tidak hanya memperkuat upaya pelestarian warisan budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan kawasan perkotaan di sekitarnya, khususnya kawasan industri Sungai Kunyit, sehingga memberikan dampak positif terhadap aspek fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Melalui penataan kawasan ini, kita berharap tercipta kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan representatif, sekaligus menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, ruang lingkup penataan meliputi kawasan Keraton Amantubillah, termasuk halaman keraton, kawasan Masjid Jamiatul Khair, alun-alun, Benteng Kota Batu, kompleks makam raja-raja, penataan koridor jalan, serta penyediaan fasilitas parkir.

Sementara itu, di kawasan Makam Habib Husein Al Qadri akan dilakukan pembangunan gerbang kawasan, penataan koridor jalan, penyediaan fasilitas parkir, pembangunan toilet dan tempat wudu, penataan halaman masjid makam, serta pembangunan promenade untuk meningkatkan kenyamanan peziarah dan wisatawan.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Malik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan penataan kawasan strategis cagar budaya. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar program dapat berjalan sesuai rencana.

“Apabila terdapat perbedaan pendapat, mari kita selesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pelaksana pekerjaan agar mengedepankan profesionalisme serta tetap menghormati nilai-nilai adat istiadat dan kearifan lokal selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami berharap seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan secara optimal dengan tetap menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Kabupaten Mempawah,” tutup Abdul Malik.

LINK TERKAIT