Pemkab Mempawah Dukung Program KKN 150 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak

Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, menerima audiensi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Pontianak, Prof. Helman Fachri, di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026)

Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, menerima audiensi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Pontianak, Prof. Helman Fachri, di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Audiensi tersebut dilakukan dalam rangka penyampaian rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Mempawah.

Dalam pertemuan itu, Prof. Helman Fachri menjelaskan bahwa kegiatan KKN akan dilaksanakan pada 20 Juli hingga 30 Agustus 2026, dengan melibatkan sebanyak 150 mahasiswa. Kegiatan tersebut mengusung tema “Integrasi Inovasi Potensi Lokal dalam Mewujudkan Masyarakat Berdaya dan Berkelanjutan”.

Ia menambahkan, pelaksanaan KKN akan difokuskan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sungai Pinyuh, dan Sungai Kunyit.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pembangunan berbasis potensi lokal,” ujar Prof. Helman.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, menyambut baik rencana pelaksanaan KKN tersebut dan menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal di setiap wilayah.

“Kami sangat mengapresiasi rencana kegiatan KKN ini. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh, karena program ini sejalan dengan upaya kami dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal,” ungkap Ismail.

Ia juga berharap agar para mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan masyarakat serta mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi di tingkat desa.

“Melalui KKN ini, kami berharap terjalin kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tutupnya.

LINK TERKAIT