Pemkab Mempawah Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Cegah dan Tangani Permasalahan Sosial

Pemerintah Kabupaten Mempawah memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Permasalahan Sosial di Kabupaten Mempawah yang digelar di Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Selasa (13/10/2026)

Pemerintah Kabupaten Mempawah memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Permasalahan Sosial di Kabupaten Mempawah yang digelar di Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Selasa (13/10/2026).

Sejumlah persoalan menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut, di antaranya penyalahgunaan narkotika, HIV/AIDS, serta berbagai permasalahan sosial yang berkaitan dengan norma agama dan kehidupan bermasyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Mempawah, Erlina, mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut sebagai wadah untuk menyatukan persepsi, memperkuat komitmen, dan menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menangani permasalahan sosial secara terarah dan berkelanjutan.

Erlina menekankan bahwa upaya pencegahan membutuhkan kepedulian bersama serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Deteksi dini menjadi langkah penting agar potensi permasalahan sosial dapat dikenali dan ditangani sebelum berkembang lebih luas.

Ia mendorong perangkat daerah, pemerintah desa, hingga pengurus rukun tetangga (RT) untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan mengoptimalkan pelaporan apabila ditemukan indikasi permasalahan sosial. Selain itu, peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) juga dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga serta membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda dengan karakter, moral, dan nilai keagamaan yang baik.

“Peran aktif lingkungan sekitar sangat penting sebagai langkah deteksi dini dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Erlina juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pencegahan yang efektif sekaligus memastikan penanganan permasalahan sosial berjalan secara tepat.

“Kita bergerak bersama. Jangan mengabaikan berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan kita. Lakukan langkah antisipatif sejak dini agar persoalan sosial dapat dicegah dan ditangani dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, menyampaikan bahwa permasalahan sosial merupakan persoalan kompleks yang terus berkembang seiring perubahan zaman. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan terpadu melalui koordinasi, sinergi, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Juli, permasalahan sosial harus menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat berpotensi memperluas dampak persoalan terhadap ketenteraman, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat.

Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan langkah konkret dan tindak lanjut yang jelas, sehingga tidak berhenti pada penyampaian laporan, tetapi menjadi dasar pelaksanaan program pencegahan dan penanganan yang terukur.

Sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat meliputi pemetaan permasalahan sosial di setiap kecamatan hingga tingkat desa, pembagian peran dan tanggung jawab perangkat daerah serta instansi terkait, penguatan sistem pelaporan dan koordinasi, peningkatan edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda, serta pengembangan program rehabilitasi dan pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen untuk terus membangun daerah, tidak hanya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga melalui pembangunan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Juli berharap seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah dapat hidup dalam lingkungan yang aman, tertib, sehat, dan harmonis, dengan didukung kepedulian sosial yang kuat. Ia juga mengajak seluruh peserta rapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen dalam mencegah serta menangani berbagai permasalahan sosial secara terkoordinasi.

“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, dan berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan sosial,” tutupnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah Abdul Malik, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Mempawah Ali Bakar, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah Adrianus, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan lainnya.

LINK TERKAIT